4.15.2009

UNJ Siapkan Kurikulum Pemahaman Karakter Bangsa

JAKARTA--MI: Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sedang mempersiapkan kurikulum dengan materi pemahaman karakter kebangsaan yang akan diberikan kepada mahasiswa dalam bentuk materi ajar kuliah.

Pemahaman karakter kebangsaan itu, nantinya akan memperkuat nilai-nilai nasionalisme bangsa Indonesia, yang sudah ada dalam materi kuliah umum atau mata kuliah dasar.

''Penguatan karakter bangsa itu cukup penting, karena kita melihat nilai-nilai nasionalisme mulai luntur di kalangan anak muda,'' ujar Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto, usai penandatanganan nota kesepahaman kerjasama dengan Yayasan Jatidiri Bangsa tentang karakter bangsa, di Plaza Aminta, Jakarta, Kamis (17/7).

Lunturnya nilai nasionalisme, kata Bedjo, akan menjadi berbahaya jika dibiarkan oleh kalangan pendidik. ''Untuk itu, kita akan upayakan, nilai-nilai kebangsaaan akan masuk dalam konten kurikulum perguruan tinggi di UNJ, khususnya untuk pembentukan karakter generasi muda,'' kata Bedjo.

Penguatan karakter kebangsaan itu, jelas Bedjo, akan masuk dalam kurikulum secara bertahap, dan akan masuk secara terintegrasi dengan mata kuliah lainnya, seperti Pancasila, PPKN, dan Kewiraan. ''Jadi, tidak berdiri sendiri, dan akan masuk dalam bab materi kuliah yang sudah ada, dan yang ditegaskan adalah nilai nasionalisme dan patriotisme,'' ungkap Bedjo.

Ketua Umum Yayasan Jatidiri Bangsa Soemarno Soedarsono menambahkan, kerjasama yang akan dijalin dengan UNJ, yakni kerjasama saling membantu, dan membangun kembali karakter bangsa dan jatidiri bangsa, dengan mengkultuskan pancasila sebagai pedoman yang dapat dijadikan keteladanan.

''Pasalnya, bangsa ini memiliki jatidiri bangsa yang sangat rentan dan luntur, akibat ulah individu-individu bangsa. Karena itu, kita ingin membangun lulusan UNJ yang berkarakter dan kompeten sesuai dengan bidangnya,'' kata Soemarno.

Selain itu, tambah Soemarno, penanaman karakter bangsa juga tidak cukup hanya melalui pendidikan formal di sekolah, namun juga dalam tatanan masyarakat dan lingkungan keluarga. ''Pasalnya, lingkungan keluarga lah yang memiliki dominan wilayah, menanamkan karakter bangsa seperti Pancasila pada anak,'' ujar Soemarno. (Dik/OL-2)

sumber : Media Indonesia - Sidik Pramono

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar